Hanung menyatakan SPBU Mobile yang menyediakan solar nonsubsidi ini diharapkan menjadi solusi dalam upaya mengatasi penyelewengan BBM bersubsidi ke industri. Selain itu juga untuk mempermudah angkutan perusahaan perkebunan dan pertambangan memperoleh BBM langsung di tempat tanpa harus datang ke SPBU konvensional.
"SPBU Mobile ini akan mangkal di titik tertentu. Jika ada angkutan perkebunan atau pertambangan yang membutuhkan BBM, bisa langsung meluncur. Jadi lebih mudah untuk mendapatkan BBM," kata Hanung didampingi General Manager Fuel Retail Pertamina Region I, Gandi Sriwidodo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Agustus mendatang diharapkan 200 unit SPBU Mobile sudah beroperasi di seluruh Indonesia, termasuk 20 di antaranya akan beroperasi di Sumbagut yang merupakan wilayah kerja Pertamina Region I.
"Keberadaan SPBU Mobile ini menyikapi Kepmen Menteri ESDM tentang larangan perusahaan perkebunan dan pertambangan menggunakan BBM bersubsidi," tukas Hanung.
(rul/hen)











































