Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengungkapkan pihaknya akan segera menindaklanjuti tawaran investasi energi di Irak. Hal ini sejalan dengan permintaan Deputi Wakil Perdana Menteri Energi Irak, Hussain Al-Shahristani.
"Irak berencana meningkatkan produksi minyaknya dari 3 juta barel per hari menjadi 10 juta barel per hari, di sanalah kesempatan kita untuk berpartisipasi. Bila kita bisa ambil bagian 10 persen saja dari ladang-ladang tersebut, maka akan besar efeknya bagi Indonesia," ujar Jero Wacik seperti dikutip detikFinance dalam situs Kementerian ESDM, Kamis (28/6/2012).
Lebih lanjut Jero Wacik mengungkapkan, Irak saat ini tengah melakukan rekonstruksi besar-besaran untuk memulihkan perekonomian dan infrastruktur. Oleh karenanya, Indonesia melihat Irak sebagai negara strategis terutama dalam program pembangunan sektor yang signifikan dan penting di Irak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengenai kuota dan teknis lainnya akan dibahas lebih lanjut dengan Pertamina. Kita akan segera siapkan tim untuk ke Irak," ungkapnya.
Jero Wacik menegaskan, kerjasama ini akan segera ditindaklanjuti karena menguntungkan bagi kedua negara. Pemerintah Indonesia juga mendorong keterlibatan pihak BUMN dan swasta untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur bagi pemulihan ekonomi Irak.
(dru/hen)











































