Anggota Komite Badan Pengatur Kegitan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim mengatakan konsumsi Pertamax sejak 1-15 juni 2012 dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya terjadi kenaikan konsumsi Pertamax di Jabodetabek sebesar 13,8%.
"Penjualan Pertamax di wilayah Jabodetabek periode 1-15 Mei 2012 sebesar 701 kilo liter, sementara pada periode 1-15 juni 2012 naik 13,8% yakni sebesar 798 KL atau naik 97.000 liter," ungkap Ibrahim Kamis (28/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan konsumsi Premium dan kenaikan konsumsi Pertamax tersebut berdasarkan data penjualan di 20 titik SPBU Coco (Company Owned, Company Operated) di Jabodetabek," ujar Ibrahim.
Ibrahim bilang, penurunan konsumsi premium dan peningkatan konsumsi Pertamax di Jabodetabek ini disebabkan karena harga Pertamax yang terus mengalami penurunan harga. Juga akibat adanya pemberlakuan Permen nomor 12 tahun 2012 yang mengatur kendaraan pemerintah dilarang membeli BBM subsidi (Premium/Solar).
"Memang dari sempel yang diambil pada SPBU yang representatif menunjukkan ada penurunan konsumsi premium sebaliknya ada peningkatan konsumsi Pertamax. Hal ini akibat dari penurunan harga yang cukup signifikan dan adanya pemberlakuan Permen 12/2012 di wilayah Jabodetabek sejak 1 Juni 2012," tandas Ibrahim.
Seperti diketahui harga Pertamax saat ini terus mengalami penurunan harga, per 15 juni 2012 harga Pertamax di SPBU DKI & SPBU bersaing Rp 8.950 per liter dan Pertamax Plus Rp 9.500 per liter. Sedangkan untuk harga Pertamax di wilayah Bodetabek Rp 9.050 per liter dan Pertamax plus Rp 9.550 per liter.
(rrd/hen)











































