Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan lega harga gas turun 50%, apalagi kenaikannya dimulai setelah lebaran dan bertahap.
"Naik hanya 50%, bagus dong, ya dampaknya sedikit mengurangi biaya produksi listrik, dari pada tetap 55%," kata Nur ketika ditemui di kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat (29/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diungkapkan Nur, harga gas yang dibeli PLN dari PGN sebelumnya sebesar US$ 5 per mmbtu.
"Dengan rencana kemarin PGN naikkan harga gas 55%, harga gasnya sebesar US$ 7 per mmbtu. Kalau sekarang direvisi naiknya cuma 50% apalagi bertahap, saya masih hitung-hitung dulu," ungkapnya.
Namun diakui Nur Pamudji, gas yang dibeli dari PGN tidak terlalu banyak yakni hanya 150 juta kaki kubik feet (mmscfd).
"Tidak banyak, hanya 150 mmscfd diantaranya dari Muara Tawar sebanyak 100 mmscfd, Tanjung Priok 25 mmscfd, dari Cilegon 30 mmscfd, dan dari Sumsel 8 mmscfd. Kalau dari Jatim belum ada yang dibeli PLN," jelasnya.
(rrd/dnl)











































