Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Utama PLN Nur Pamudji di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/6/2012).
"Silakan jika ada pihak swasta yang ingin membangun pembangkit listrik sendiri, ya kalau mau cepat bangun pembangkit yang berbahan bakar diesel (BBM)," kata Nur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Larangan itu kan berlaku buat PLN, PLN memang tidak boleh bangun lagi pembangkit yang menggunakan minyak, tapi kalau swasta ya silakan tidak dilarang," ujarnya.
Dicontohkan Nur, jika ada pengusaha yang ingin membangun smelter (pabrik pengolahan tambang) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang membutuhkan pasokan listrik.
"Pasokan listriknya kan belum terlalu banyak, nah kalau tidak mau menunggu PLN, swasta bisa bangun sendiri pembangkitnya, apalagi kalau pembangkit listrik menggunakan diesel, cepat selesainya paling setahun sudah bisa beroperasi," katanya.
Dikatakan Pamuji, nantinya harga listrik yang dihasilkan tersebut berdasarkan skema business to business.
"Kita kan mencari solusi, kalau perusahaan smelter kekurangan pasokan listrik kalau ada yang swasta bisa memasok listrik kan tidak ada salahnya," katanya.
(rrd/dnl)











































