Pada perdagangan hari ini, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Agustus turun US$ 1,33 per barel menjadi US$ 96,47 per barel pada perdagangan tengah hari di London.
Sementara harga minyak jenis Light Sweet di AS untuk pengiriman Agustus juga turun US$ 1,1 per barel menjadi US$ 83,86 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis komoditi Victor Shum mengatakan, kejatuhan harga minyak dunia hari ini tidak mengejutkan. "Ini tidak mengejutkan setelah kenaikan tinggi Jumat lalu. Ini karena data pelemahan indeks daya beli di China pada Juni," ujar Shum dikutip dari AFP, Senin (2/7/2012).
Data indeks daya beli di China yang jatuh di Juni menyebabkan sentimen negatif pada perekonomian dunia khususnya minyak, karena China merupakan konsumen minyak terbesar di dunia. Indeks daya beli di China pada Juni dari 50,4 menjadi 50,2.
Sementara, soal embargo minyak Iran oleh Uni Eropa, ini disebabkan karena rencana Iran melakukan aktivitas nuklirnya. Uni Eropa mendesak Iran mengurangi aktivitas nuklir tersebut.
(dnl/dnl)











































