PLN Bantah 'Keselek' Gas di Teluk Jakarta, Justru Kekurangan

PLN Bantah 'Keselek' Gas di Teluk Jakarta, Justru Kekurangan

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 03 Jul 2012 16:00 WIB
PLN Bantah Keselek Gas di Teluk Jakarta, Justru Kekurangan
Jakarta - PT PLN (Persero) membantah pasokan gas ke pembangkit listriknya di Jakarta telah 'keselek' atau kelebihan gas. Justru PLN masih kekurangan pasokan gas khususnya pada saat beban puncak.

"Kontrak gas kita dengan PGN (Perusahaan Gas Negara) sebesar 150 bbtud dipersoalkan oleh dikarenakan kadang tidak semua bisa diserap PLN, masalah inilah yang diklaim kalau PLN sudah 'keselek' gas, padahal tidak. Kami justru masih kekurangan," kata Kepala Divisi Gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM) PLN, Suryadi Marjoeki kepada wartawan di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Selasa(3/7/2012).

Menurut Suryadi, pasokan gas tidak terserap penuh karena pola konsumsi listrik oleh pelanggan dan produksi listrik PLN yang tidak hanya menggunakan gas, tapi ada bahan bakar lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya pada saat di luar beban puncak seperti pada pukul 08.00 hanya 150 bbtud, pada siang hari naik 160 bbtud dan pada beban puncak khususnya pada malam hari naik 250 bbtud. Pada pagi hari inilah yang kami tidak bisa menyerap pasokan gas sepenuhnya, apalagi pembangkit di Jakarta juga ada yang menggunakan batubara, hidro (air) dan lainnya yang juga beroperasi 24 jam," ungkap Suryadi.

Suryadi bilang, namun justru pada beban puncak PLN sangat membutuhkan banyak gas, pasokan yang saat ini saja diakui masih kurang banyak.

"Seperti kebutuhan gas di Pembangkit Tanjung Priok, di mana pasokan gasnya berasal dari PHE ONWJ dan PGN, saat ini PLN masih membutuhkan tambahan untuk beban puncak sebesar rata-rata 62 bbtud, hal yang sama juga terjadi di pembangkit di Muara Tawar," tandasnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads