Aksi penjarahan atau pencurian minyak mentah di Indonesia saat ini makin luar biasa besar jumlahnya. Parahnya, oknum aparat keamanan diduga terlibat.
Kepala Divisi Humas, Sekuriti, Formalitas BP Migas Gde Pradnyana mengatakan, aksi pencurian minyak memang paling rawan terjadi di pipa minyak Tempino-Plaju di Jambi dan Sumatera Selatan. Penyebabnya, pipa tua Tempino-Plaju milik Pertagas berada di wilayah pada penduduk.
"Banyak bagian dari pipa tersebut tidak ditanam di dalam tanah. Pencurian kali ini berskala luar biasa jumlahnya. Dan diduga melibatkan oknum aparat keamanan," tutur Gde kepada detikFinance, Rabu (4/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mendesak agar pipa itu segera diganti dengan pipa baru atau direlokasi ke tempat yang lebih memadai. Selain minyak dari Pertamina, pipa tersebut juga mengangkut kondensat dari ConocoPhillips dan beberapa KKKS lainnya," tegas Gde.
Sebelumnya, pihak Pertamina EP juga mengeluhkan soal aksi penjarahan minyak mentah di jalur pipa Tempino-Plaju di Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel) semakin memprihatinkan.
Anak usaha Pertamina ini menuturkan kerugian yang terjadi pada Mei 2012 saja mencapai 39.000 barel minyak mentah. Ini belum termasuk kerugian pada Juni 2012, kerugian meningkat menjadi lebih dari 59.000 barel.
(/)











































