Direktur Konservasi WWF-Indonesia, Nazir Foead mengatakan Jerman berhasil mengembangkan 70% energi terbarukan terutama energi angin dikarenakan adanya dukungan yang sangat besar dari pemerintah.
"Pemerintah Jerman mendukung penuh pengembangan energi terbarukan, makanya bauran energi di Jerman 70% berasal dari energi terbarukan seperti angin dan Biomass," kata Nazir di acara Igniting the Ring of Fire: A Vision for Developing Indonesia's Geothermal Power, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jaminan harga yang pas selama bertahun-tahun yakni sampai 15 tahun membuat dari petani hingga pengusaha berlomba-lomba mengembangkan energi terbarukan," ujarnya.
Bahkan pihak perbankan pun, kata Nazir, sangat terbuka memberikan pinjaman kepada pihak yang mengembangkan energi terbarukan.
"Ya karena dengan jaminan harga atau feed and tariff selama 15 tahun, bank pun merasa diuntungkan," ucapnya.
Bagaimana dengan Indonesia? Khususnya energi panas bumi di mana Indonesia memiliki potensi terbesar di dunia.
"Dari diskusi kami dengan Anggito Abimanyu, dia bilang gampang caranya panas bumi berkembang di Indonesia, ya PLN menjamin membeli listrik dari panas bumi dalam jangka panjang dengan harga yang sesuai," ungkap Nazir.
Jadi jika ingin energi terbarukan di Indonesia bisa berkembang pesat harus ada keseriusan dari pemerintah, karena dari kebijakan energi nasional yang ditargetkan seperti untuk panas bumi menyokong bauran 5% energi nasional pada 2025.
"Hal tersebut tidak akan tercapai kalau pemerintah tidak sungguh-sungguh memberikan dukungan, apalagi target WWF-Indonesia pada 2050 energi nasional 100% disokong energi terbarukan," tandasnya.
(rrd/dnl)











































