PT Growth Asia adalah perusahaan di bawah manajemen usaha Growth Steel Group (GSG) dengan bisnis inti industri baja terintegrasi.
Dikutip detikFinance dari siaran pers Kementererian ESDM, Senin (9/7/2012), PLTU Biomassa 2 x 15 MW ini dibangun pada 2011 dan menggunakan bahan bakar dari energi terbarukan, yaitu cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung dan serbuk kayu (Waste to Energy).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, PT Growth Sumatera Industry, juga salah satu perusahaan di bawah manajemen Growth Steel Group, telah membangun 1 x 15 MW pada tahun 2008 dan 1x 15 MW di 2010. Sebanyak 15 MW dipakai sendiri dan kelebihan daya sebesar 15 MW dijual ke PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.
Sampai dengan Juni 2012, total daya listrik yang telah dijual oleh Growth Steel Group melalui PT.Growth Sumatera Industry dan PT. Growth Asia ke PT PLN sebesar sebesar 35 MW (dari total kapasitas 60 MW). Dengan harga rata-rata solar untuk industri Rp. 10.000/liter serta harga tenaga listrik Rp. 975/kWh (Permen ESDM No. 4 Tahun 2012), maka keberadaan PLTU Biomasa milik Growth Steel Group telah menghasilkan penghematan sebesar Rp. 621 Milyar/tahun.
Dengan penguasaan teknologi sistem fabrikasi peralatan pembangkit dan tenaga kerja milik sendiri, PT Growth Asia telah mampu menciptakan pembangunan PLTU Biomassa dengan kandungan lokal yang mencapai 70%.
Pembangunan PLTU Biomassa ini selain meningkatkan ketahanan energi dan kemandirian energi sekaligus mampu mengurangi emisi gas rumah kaca karena biomasa adalah bagian dari energi terbarukan atau energi bersih, sehingga melalui peningkatan pembangunan PLTU Biomassa akan mempercepat pembangunan energi berkelanjutan.
Provinsi Sumatera Utara memiliki limbah biomassa yang cukup besar yang terdapat di perkebunan kelapa sawit, daerah pertanian lainnya dan pada industri-industri kayu sehingga dengan adanya PLTU Biomassa milik Growth Steel Group ini diharapkan akan mendorong investor lainnya untuk membangun PLTU Biomassa sejenis yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara.
(dru/hen)











































