Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengatakan, pemerintah dan DPR harus menyepakati penambahan kuota atau jatah BBM subsidi.
"Kalau melihat sekarang sudah over (lewat) 4% atau sudah 21,6 juta KL, kemungkinan November atau Oktober BBM subsidi sudah habis," kata Rudi di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau habis, masa dibiarkan, bisa ditembak kita," ucap Rudi.
Jadi menurut Rudi, jalan satu-satunya untuk melakukan tambahan BBM subsidi adalah dengan cara meminta tambahan ke DPR dengan mengajukan revisi APBN-P 2012.
"Ya dengan malu dan sambil menutup muka pemerintah akan mengajukan revisi APBN-P 2012 untuk meminta tambahan kuota BBM Subsidi," katanya.
Diakui Rudi, sampai sekarang pemerintah belum ada keinginan untuk mengajukan revisi APBN-P 2012.
"Kita masih tunggu dan lihat situasi, terutama situasi di DPR dan kuota BBM bersubsidi, tapi pemerintah memeprediksi akan lewat kuota, seperti saat ini Bu Evita (Dirjen Migas) sedang menghitung kemungkian realisasi akan mencapai 45 juta KL, dan penyusunan kuota untuk tahun depan akan berada sekitar 45 juta-48 juta KL," tegas Rudi.
(rrd/dnl)











































