Gara-gara Jembatan Ambruk, Pasokan BBM di Sulbar Terganggu

Gara-gara Jembatan Ambruk, Pasokan BBM di Sulbar Terganggu

- detikFinance
Selasa, 10 Jul 2012 16:16 WIB
Gara-gara Jembatan Ambruk, Pasokan BBM di Sulbar Terganggu
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Pasokan BBM ke Kabupaten Polewali, Majene, dan Mamuju Sulawesi Barat terganggu akibat ambruknya Jembatan Lembang di Kabupaten Pinrang. Pertamina kerja keras melakukan normalisasi pasokan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, pasca selesainya jembatan darurat yang kembali menghubungkan antara Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan, Pertamina langsung memberikan prioritas pengiriman BBM dari Terminal BBM Parepare untuk dipasok ke Polewali mandar, Majene, dan Mamuju.

Pertamina telah menambah pasokan untuk tiga daerah tersebut sebanyak 270 kiloliter (KL) premium dan 175 KL solar dari TBBM Parepare dan TBBM Donggala, dan 250 KL premium serta 75 KL solar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain itu, Pertamina juga menambah pasokan ke Polewali Mandar dan Majene dengan menambah mobil tangki BBM industri dari TBBM Palopo sebanyak 5 unit dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Sebelumnya juga telah dilakukan pengalihan pasokan BBM untuk Mamuju, yang semula berasal dari TBBM Parepare menjadi TBBM Donggala, Palu, Sulawesi Tengah," ujar Ali dalam siaran pers, Selasa (10/7/2012).

Untuk penambahan pasokan tersebut, kata ALi, harus menggunakan mobil tangki BBM ukuran lebih kecil yaitu 5.000 liter agar bisa melewati jalan alternatif. Mobil tangki tersebut melalui jalan-jalan perkampungan warga dan Pertamina telah berkoordinasi dengan Pemda, aparat setempat, serta tokoh masyarakat agar memberikan prioritas dan pengawalan pada mobil tangki Pertamina untuk kelancaran distribusi BBM melalui jalan alternatif.

"Kami dapat menyampaikan kepada masyarakat bahwa persediaan BBM di SPBU sangat aman sehingga tidak perlu melakukan pembelian secara berlebih. Pertamina akan terus berupaya keras agar distribusi BBM di Sulawesi Barat kembali berjalan normal," kata Ali.
(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads