Wamen ESDM 'Lawan' Pendapat Pejabat BPH Migas

Wamen ESDM 'Lawan' Pendapat Pejabat BPH Migas

- detikFinance
Rabu, 11 Jul 2012 10:18 WIB
Wamen ESDM Lawan Pendapat Pejabat BPH Migas
Jakarta - Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini membantah jika gas yang diberikan ke PT Chevron Pacific Indonesia untuk produksi minyak telah merugikan negara sebesar US$ 2,2 miliar per tahun.

"Kalau Qoyum (Anggota Komite BPH Migas) bilang Indonesia rugi gas buat lifting minyak itu salah," kata Rudi di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (11/7/2012).

Menurut Rudi, Salah dikarenakan jika tidak menggunakan gas sebagai bahan bakar membuat steam (uap) di tempat produksi Chevron, maka sebanyak 180.000 barel per hari tidak akan keluar itu belum lagi ditambah dengan lapangan minyak Minas yang menggunakan gas untuk produksi minyak total mencapai 240.000 barel per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bayangkan, kalau gas tidak digunakan untuk lifting minyak, itu 240.000 barel per hari hilang, berapa besar kerugian negara," ungkap Rudi.

Jadi kata Rudi, mungkin Qoyum lupa, kalau memberikan gas untuk lifting minyak Indonesia mempunyai opportunity (peluang dapat minyak) sebesar 240.000 barel per hari.

"Jadi mungkin Pak Qoyum lupa, gas untuk lifting itu kita punya opportunity sebesar 240.000 barel per hari, jadi Pak Qoyum salah besar kalau Indonesia yang rugi," tandasnya.

Sebelumnya, Anggota Komite Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Qoyum Tjandranegara bilang, untuk menambah lifting minyak sebesar 60.000 barel per hari di kilang minyak Duri diperlukan bahan bakar gas bumi sebesar 360 mmscfd untuk menguras sumur minyak yang sudah tua.

"Jika harga minyak mentah US$ 110 per barel disamakan dengan gas bumi, maka harga gas bumi adalah US$ 17,4 per mmbtu. Maka harga BBM = US$ 154 barel per hari. sehingga di sini pemerintah rugi sebesar US$ 44 x 60.000 barel per hari x 365 hari artinya negara rugi US$964 juta per tahun," rinci Qoyum.

Kerugian negara US$ 964 juta per tahun ini belum berhenti. Kata Qoyum, kalau harga gas yang dibayar Chevron hanya US$ 8 per mmbtu, maka pemerintah akan ada tambahan kerugian (US$ 17,4-US$ 8) x 360 x 10 pangkat 6 x 365 = US$ 1,235 miliar per tahun.

"Dengan demikian kerugian negara menjadi kurang lebih US$ 2,2 miliar per tahun, di sini yang diuntungkan malah pihak Chevron semata," tandasnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads