Boediono: Kalau Saya Suruh Pilih Listrik Atau Air, Saya Air

Boediono: Kalau Saya Suruh Pilih Listrik Atau Air, Saya Air

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 11 Jul 2012 11:03 WIB
Boediono: Kalau Saya Suruh Pilih Listrik Atau Air, Saya Air
Tangerang - Wakil Presiden Boediono merasa gembira bisa meresmikan proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) PT Aetra Air Tangerang yang mampu mengirimkan air 900 liter/detik.

Didampingin Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dan Pemda Tangerang, Boediono memberikan sambutan yang mengutarakan air merupakan kebutuhan manusia paling mendasar.

"Saya sangat berbahagisa karena kita bersama sama menyaksikan peresmian dari suatu pelayanan bagi kebutuhan manusia yang paling mendasar, yaitu air, kalau saya suruh milih listrik apa air, saya air. Terus terang saja," ungkap Boediono saat memberi sambutan dalam peresmian PT Aetra Tangerang Banten, di Tangerang, Rabu (11/7/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boediono menambahkan, ini adalah proyek Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) pertama di bidang air bersih yang berhasil dilaksanakan dari 26 proyek yang ditawarkan Presiden SBY pada 2006 lalu.

"Saya berbahagia pula ini merupakan satu contoh dari KPS di bidang air minum yang pertama kita resmikan hari ini," ujarnya.

Sementara itu, Djoko Kirmanto mengungkapkan, nantinya penyediaan air bersih ini akan melayani lima kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, dan 350 ribu jiwa.

"Nantinya, proyek infrastruktur besar pertama di bidang penyediaan air bersih dengan investasi Rp 520 miliar ini akan melayani lima kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, yaitu Pasar Kemis, Sepatan, Cikupa, Balaraja, dan Jayanti, atau 350 ribu jiwa," katanya.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Aetra, Abdulbar Mansoer menjelaskan, pengolahan air ini akan menghasilkan air layak minum sesuai standar yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia dan Wealth Health Organization (WHO).

Lebih lanjut, Abdulbar menerangkan dengan air bersih berkualitas air layak minum tersebut, biaya yang dikenakan kepada pelanggan rata-rata senilai Rp 4,5 per liter. Harga tersebut lebih murah dibanding dengan harga air dalam kemasan yang berada di pasaran.

"Ke depan, kami akan terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih berkualitas dengan harga yang terjangkau," lanjutnya.

Seperti diketahui, proyek ini telah beroperasi sejak November 2011 lalu, dengan total investasi senilai Rp 520 miliar dan berlokasi di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten.

(zlf/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads