Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kediamannya, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (11/7/2012).
"kita minta penghematan dilakukan bukan hanya pemerintah tetapi daerah dan pertambangn dan perkebunan, agar tidak mengunakan BBM subsidi. Kalau ini terus dilakukan seperti ada penyeludupan, ini upaya untuk menahan volume BBM bersubsidi," kata Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Marto menjelaskan, amannya kondisi subsidi BBM bersubsid tercermin dari defisit APBN Indonesia masih dalam batas normal yang sebesar 2,3 persen atau masih berada dalam batas aman.
"Subsidi memiliki porsi yang besar, kita merasa paling tidak kami di Depkeu merasa fiskalnya dalam keadaan baik dan amam. Itu tercermin dalam defisit yang tadinya 2,23 persen menjadi 2,3 persen, kalau kita melakukan extra effort," ungkap Agus.
Agus menjelaskan, pemerintah terus berupaya keras untuk menjaga agar subsidi BBM yang disusun dalam APBNP 2012 tidak melebihi target. Diantaranya dengan melakukan penghematan anggaran di kementerian/lembaga serta memperketat penyaluran dan penggunaan BBM bersubsidi.
(hen/dnl)











































