Asing Incar Gas Indonesia, BP Migas Minta 'Sesuatu'

Asing Incar Gas Indonesia, BP Migas Minta 'Sesuatu'

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 12 Jul 2012 11:41 WIB
Asing Incar Gas Indonesia, BP Migas Minta Sesuatu
Nusa Dua - Kebutuhan gas di dalam negeri terus meningkat, namun Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) tetap membolehkan adanya ekspor gas apalagi si pembelinya bisa memberikan 'sesuatu' kepada Indonesia. Apa itu?

"Kebutuhannya gas di dalam negeri memang terus meningkat, tapi kita tetap akan ekspor selama Domestik Market Obligation (DMO) masih terpenuhi dan negara atau pembeli yang menginginkan gas Indonesia memberikan nilai tambah kepada kita," kata Kepala BP Migas R. Priyono, di The LNG Forum, Nusa Dua, Bali, Kamis (12/7/2012).

Nilai tambah yang dimaksud Priyono adalah pembeli harus juga harus membangun fasilitas pembangkit listrik geothermal (panas bumi), tenaga surya (matahari), atau tenaga air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita hanya akan jual gas kita kepada pembeli yang mau membangun fasilitas pembangkit listrik seperti geothermal, surya, air, ada nilai tambah, apalagi energi yang dipakai seperti panas bumi, surya, dan air kan tidak bisa diekspor, jadi LNG (gas alam cair) kita beri, dia (pembeli) kasih kita juga listrik," ujarnya.

Artinya, meskipun Indonesia saat ini memprioritaskan kebutuhan domestik, tetapi perlu adanya keseimbangan antara pemenuhan gas untuk kebutuhan domestik dan ekspor dalam rangka menghasilkan devisa untuk kepentingan negara.

"Kecenderungan peningkatan volume gas sampai tahun 2020 mengindikasikan cadangan dan produksi gas bumi Indonesia masih meningkat dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor," jelasnya.

Saat ini Indonesia memiliki cadangan gas terbukti lebih dari 6 triliun kaki kubik (TCF). Sesuai Plan of Development pertama (POD I) yang disetujui Desember 2010, kontraktor akan membangun kilang LNG terapung dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun (MTPA).

"Kebutuhan gas sejak 2005 grafiknya selalu meningkat, namun kita tetap memnuhi kebutuhan ekspor. Karena seiring temuan lapangan gas baru hingga 2020 ketersediaan cadangan masih bisa untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor," tandasnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads