Demikian isi buku 'Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN Semester Pertama Tahun Anggaran 2012' yang dikutip dari situs Sekretariat kabinet, Sabtu (14/7/2012).
Besarnya realisasi subsidi energi tersebut disebutkan akibat lebih tingginya realisasi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah memperkirakan pada semester II/2012 realisasi subsidi energi akan mencapai Rp 181,5 triliun, sehingga realisasi subsidi energi sepanjang 2012 secara keseluruhan diperkirakan Rp 305,9 triliun atau 151,2% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN-P 2012.
Secara rinci dijelaskan, realisasi belanja subsidi BBM dan elpiji 3 kg dalam semester I-2012 mencapai Rp 88,9 triliun (64,7% dari pagu APBN-P 2012), dan realisasi belanja subsidi listrik Rp 35,5 triliun (54,6% dari pagu anggaran 2012).
Tingginya realisasi belanja subsidi listrik disebabkan kenaikan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik yang digunakan untuk di 2012 lebih tinggi dibandingkan BPP yang digunakan untuk penagihan subsidi listrik, sementara di sisi lain tarif tenaga listrik (TTL) untuk penjualan listrik kepada masyarakat tidak mengalami peningkatan.
(dnl/dnl)











































