Demikian disampaikan oleh Media Manager Pertamina Wianda Pusponegoro dalam pernyataannya kepada detikFinance, Senin (16/7/2012).
"Untuk Tarakan dan wilayah lain di Kalimantan Timur bagian Utara, pasokan BBM ke SPBU dan APMS lancar. Penyaluran BBM PSO, termasuk Premium di SPBU berdasarkan alokasi atau kuota. Jika alokasi di SPBU tersebut habis yang umumnya terjadi sekitar pukul 17.00, maka pembelian premium tidak bisa dilayani," tutur Wianda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, sulitnya mencari pasokan premium di malam hariu mencekik sopir angkot di kota Tarakan, yang setiap harinya diburu setoran. Setiap hari, sambung Idrus, angkot yang dikemudikannya mengisi BBM premium jam 12.00 WITA.
"Di sini cuma ada 3 SPBU. Yang paling ramai antrenya di SPBU di jalan Lapangan. Itu tadi, setiap jam 13.00-an, sudah habis tinggal jual pertamax harganya Rp 11.00 WITA," ujar Idrus.
"Setiap hari beli bensin premium Rp 70.000. Dipakai sehari, besok siang beli lagi. Antre lagi, bahkan dari jam 04.30 pagi sudah antre," terang Idrus.
"Kalau bensin premium habis jam 13-an, yang dijual cuma pertamax. Ya tidak mungkin kita beli karena beli Rp.70.000 saja, tidak sampai 7 liter," sebut sopir angkot lainnya, Ridwan.
Sehari sebelumnya, pantauan detikFinance di Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kaltim, juga berlangsung kondisi serupa. Di daerah yang hanya memiliki 2 APMS itu, pada Sabtu (14/7/2012) malam, tidak ada satupun yang beroperasi. Namun pada pengamatan Minggu (15/7/2012) siang, salah satu APMS yang beroperasi, diserbu puluhan pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat hingga meluber ke badan jalan untuk pengisian BBM premium.
"Tidak heran, sudah biasa di sini, Pak," kata Tajudin, warga Nunukan.
(dnl/dru)











































