"Waktu saya jadi Wapres (Wakil Presiden) di zaman saya BBM sempat dinaikkan harganya Rp 1.500 per liter, saat itu tidak ada gejolak di masyarakat dan rakyat menerima," kata JK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Dikatakan JK, pada saat menaikkan harga BBM, rakyat tidak marah karena pemerintah memberi penjelasan dengan baik ke semua lapisan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK berujar, harusnya pemerintah menjelaskan kepada rakyat, jika BBM subsidi harganya tidak dinaikkan maka akan mengorbankan dana pembangunan seperti jalan dan infrastruktur lainnya.
"Kalau BBM tidak naik, jalan jadi jelek. Kalau jelek, anda lewat bisa kecelakaan, bisa meninggal," kata JK.
Apalagi, kata JK, BBM yang selama ini disubsidi oleh pemerintah justru banyak dinikmati oleh orang-orang dari kalangan mampu.
"yang dipakai energi saat ini justru banyak dinikmati golongan mampu, yang pakai mobil pakai energi yang disubsidi, listrik di rumah banyak juga nikmati kalangan mampu," tegas JK.
(rrd/dnl)











































