"Kita sudah lakukan penambahan gas elpiji secara bertahap. Karena rata-rata peningkatan penggunaan elpiji terjadi. 2 bulan sebelum Ramadhan. Jadi sejak bulan Juni sudah kita antisipasi," kata Sales Representative LPG Rayon VII Jateng-DIY, Deni Hamdani, kepada wartawan Selasa (17/7/2012).
Menurut dia, penambahan elpiji 3 kilogram pada bulan Juli di tiap kabupaten berbeda-beda. Seperti di Kabupaten Cilacap 100 persen, Banyumas 400 persen, Purbalingga 500 persen, banjarnegara 400 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penambahan pasokan ini dilakukan karena rata-rata "home insdustri" mulai menyiapkan stok makanan kue sebelum lebaran, serta peternakan ayam yang menggunakan elpiji untuk melakukan pembibitan 2 bulan sebelumnya. Sehingga terjadi lonjakan permintaan," jelasnya.
Selain itu menurut dia, pihaknya juga sudah mengantisipasi untuk pendistribusian dilakukan sejak bulan Juni. Semua dilakukan untuk menghindari kemacetan saat arus mudik tiba.
"Penambahan diberikan jauh-jauh hari. Dan kita salurkan untuk mengantisipasi kemacetan mudik Agustus nanti," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Banyumas, Anas pribadi, mengatakan pihaknya bersama Pertamina telah siap mensuplai stok elpiji dan BBM untuk Ramadhan dan lebaran.
"Tidak ada masalah, jaringan SPBU kita 42 SPBU sudah siap menghadapi bulan ramadhan dan lebaran. Selain itu 70 persen SPBU kita sudah ada produk pertamak. Sehingga bagi pemudik yang membutuhkan pertamak di kabuputen ini kita siap," kata Anas.
(arb/dru)











































