Ternyata Ada 4 Deputi BP Migas yang Dicopot

Ternyata Ada 4 Deputi BP Migas yang Dicopot

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 19 Jul 2012 15:13 WIB
Ternyata Ada 4 Deputi BP Migas yang Dicopot
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari Badan Pelaksana kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Akan ada 4 deputi BP Migas yang akan diganti.

Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menyatakan, hari ini memang rencananya akan ada pergantian posisi Deputi Operasi BP Migas yang sebelumnya diduduki Rudi. Namun pelantikan batal, karena ternyata ada 4 posisi deputi yang diganti.

Hal ini diakui oleh Rudi saat dihubungi oleh detikFinance, Kamis (19/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dapat kabarnya pas di jalan ternyata dibatalkan (pelantikan). Karena paginya saya naik kereta mau ke kantor ternyata ada undangan pelantikan pergantian posisi saya, saya senang akhirnya ada yang mengantikan saya. Lalu saya pulang lagi ganti pakaian jas, tetapi ternyata di jalan dikabarin acaranya dibatalkan, ternyata yang diganti nanti bukan hanya saya, tetapi ada 4 orang deputi BP Migas yang akan diganti," ungkap Rudi.

Memang hari ini ada undangan pelantikan Deputi Operasi yang rencananya dilakukan pada pukul 10.30 WIB, Kamis (19/07/2012) di lantai 37 Gedung Wisma Mulia kantor BP Migas, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Namun pelantikan ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. Belum ada penjelasan dari pihak BP Migas terkait pembatalan rencana pelantikan tersebut.

Soal perombakan 4 deputi ini, Rudi memperkirakan alasannya adalah karena posisi yang ditempati pejabat tersebut sudah terlalu lama.

"Jadi diperlukan adanya rotasi, tetapi alasan lengkapnya saya kurang tahu, karena saya termasuk yang terundang," ucapnya.

Selentingan informasi yang didapat detikFinance, pada pukul 23.00 tadi malam, Menteri ESDM Jero Wacik bertemu Kepala BP Migas R. Priyono soal pergantian semua deputi di BP Migas kecuali Lambok H. Hutahuruk yang menjabat sebagai Deputi Evaluasi dan Pertimbangan Hukum.

Benarkah? Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak BP Migas. Rudi pun tidak menjelaskan secara detil.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads