Bank Dunia Sayangkan RI Tak Berani Naikkan Harga BBM

Bank Dunia Sayangkan RI Tak Berani Naikkan Harga BBM

- detikFinance
Kamis, 19 Jul 2012 16:26 WIB
Bank Dunia Sayangkan RI Tak Berani Naikkan Harga BBM
Jakarta - Bank Dunia menilai Indonesia sempat memiliki masa untuk memperbaiki komposisi belanja negara, yaitu ketika ada kesempatan menaikkan harga BBM untuk menekan belanja subsidi. Sayangnya, Indonesia melewatkan kesempatan itu.

Demikian disampaikan Senior Ekonom Indonesia Bank Dunia Vivi Alatas ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

"Subsidi BBM, kita melihat itu sebagai kesempatan yang tidak digunakan, itu regresif yang banyak digunakan oleh orang yang lebih kaya, dan kesempatan kemarin, kesempatan yang hilang, yang sayang tidak digunakan," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, lanjut Vivi, pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi untuk menjaga agar anggaran negara tidak rentan oleh pergolakan harga.

"Indonesia perlu ke depannya melihat bagaimana kebijakan belanja yang lebih baik, bagaimana mengarah secara gradual subsidi ini tidak rentan karena ini sangat rentan dengan pergolakan, sekarang ini memang turun tapi turunnya pun masih jauh di atas harga sekarang. Ini untuk ke depannya dan seharusnya dimulai dari sekarang," jelasnya.

Caranya, Vivi menyatakan dengan mekanisme kompensasi yang tidak hanya untuk masyarakat miskin tetapi bagi masyarakat yang rentan miskin. Dengan demikian, begitu subsidi ini dikurangi maka masyarakat ini tidak terperosok menjadi miskin.

"Indonesia harus mempunyai respons sistem yang bisa membantu siapa yang sekarang ini dirugikan tapi nantinya bisa menjadi trampolin yang bisa naik kembali. Harapnnya multiplier effects terjadi lagi," paparnya.

Vivi menyatakan sistem kompensasi itu harus bersifat cepat, mudah, bebas dari korupsi dan transparan. Selain itu, tidak dijadikan senjata politik untuk menarik simpati rakyat.

"Memang ada ketakutan apakah ini menjadi politik atau sebagainya. yang harus dipunya adalah suatu sistem kapan dibuka dan kapan ditutup, tidak dilakukan saat tidak boleh dilakukan, dilakukan saat memang seharusnya dilakukan," tukasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads