Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, masih ada mal-mal mewah dan industri-industri besar yang masih menikmati subsidi listrik. Subsidi listrik tinggi karena harga jual listrik PLN saat ini di bawah biaya produksi listriknya.
"Tarif itu bisa menjadi sorotan. Karena Indonesia bisa dikatakan sejak 2004 tidak pernah menyesuaikan tarif dan yang kita kaji itu ternyata di sistem harga tarif PLN itu hampir semua itu memperoleh subsidi," kata Agus di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan mantan Dirut Bank Mandiri ini, subsidi listrik harus ditekan karena pemerintah juga memerlukan investasi yang besar untuk membangun infrastruktur listrik di Indonesia, sehingga banyak daerah-daerah yang bisa menikmati listrik.
"Ada 50 lebih Industri bisnis juga ada banyak sekali bisnis, termasuk mal-mal yang mewah-mewah menikmati subsidi. Jadi ini yang kita harus lakukan penyesuaian tetap menjadi komposisi daripada listrik kita tapi ini harus disehatkan," tegas Agus.
Agus menyatakan telah berdikusi dengan PLN, dan berbagai kementerian/lembaga untuk mendukung investasi kelistrikan, dan muncul 12 langkah. Salah satunya adalah penyesuaian tarif listrik secara berkala.
(dnl/dnl)











































