Tahun ini pemerintah gagal menaikkan tarif dasar listrik (TDL) 10% di tahun ini karena tak didukung DPR. Untuk tahun depan, pemerintah tengah membujuk DPR agar TDL naik.
Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan, pemerintah masih menunggu persetujuan DPR soal kenaikan tarif listrik tersebut. Tujuan dinaikkannya TDL ini adalah karena subsidi listrik yang terus naik hingga mendekati Rp 100 triliun tahun ini.
"Karena memang ada listrik kita ini yang paling besar sekarang kan di sektor menengah, kelas menengah banyak sekali menghasilkan listrik dan kalau mereka dinaikkan itu sebetulnya karena biaya listrik juga besar di rumah tangga jadi sebetulnya tidak akan banyak. Subsidinya kan besar sekali sehingga ditanggung bersama. Itu yang nanti akan kita lakukan," tutur Jero di kantornya, Jakarta, Jumat (20/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Marto menyatakan, masih ada mal-mal mewah dan industri-industri besar yang masih menikmati subsidi listrik. Subsidi listrik tinggi karena harga jual listrik PLN saat ini di bawah biaya produksi listriknya.
"Tarif itu bisa menjadi sorotan. Karena Indonesia bisa dikatakan sejak 2004 tidak pernah menyesuaikan tarif dan yang kita kaji itu ternyata di sistem harga tarif PLN itu hampir semua itu memperoleh subsidi," kata Agus.
Agus menyatakan, pemerintah ingin tarif listrik bisa dilakukan secara berkala setiap 3 bulan sesuai dengan kondisi yang ada. "Ini pernah dilakukan di 1993-1996 di mana kita melakukan penyesuaian tarif secara berkala dan masyarakat bisa menerima," jelas Agus.
Dikatakan mantan Dirut Bank Mandiri ini, subsidi listrik harus ditekan karena pemerintah juga memerlukan investasi yang besar untuk membangun infrastruktur listrik di Indonesia, sehingga banyak daerah-daerah yang bisa menikmati listrik.
Agus menyatakan telah berdikusi dengan PLN, dan berbagai kementerian/lembaga untuk mendukung investasi kelistrikan, dan muncul 12 langkah. Salah satunya adalah penyesuaian tarif listrik secara berkala.
(dnl/dru)











































