Kisah di Balik Perombakan 4 Pejabat BP Migas

Kisah di Balik Perombakan 4 Pejabat BP Migas

Inka Nesya - detikFinance
Jumat, 20 Jul 2012 19:03 WIB
Kisah di Balik Perombakan 4 Pejabat BP Migas
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -

Hari ini 4 pejabat Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dirombak secara tiba-tiba. Bagaimana kisah perombakan 4 pejabat versi Kepala BP Migas R. Priyono?

Usai pelantikan 4 pejabatnya, Priyono mengaku, awalnya hanya Deputi Operasi saja yang diganti sebab Rudi Rubiandini yang menjadi Deputi Operasi sebelumnya ditunjuk Presiden SBY menjadi Wakil Menteri ESDM.

"Jadi kami usul ke menteri pertama yang diganti cukup deputi operasi saja. Kemudian ada dua alternatif lain. Ini situasi begini, diganti seperti ini. Ketiga alternatifnya ada banyak (yang diganti)," kata Priyono di kantor BP Migas, Wisma Mulia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (20/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Priyono menyatakan, pelantikan Menteri ESDM Jero Wacik baru memberikan persetujuan mengenai penggantian 4 pejabat BP Migas pada sekitar pukul 14.00-15.00 WIB hari ini. Sehingga langsung dilakukan pelantikan pada pukul 16.00 WIB. Meskipun sebenarnya kabar pergantian sudah santer sejak kemarin.

"Kita nunggu persetujuan Pak Menteri (ESDM). Pak menteri baru kasih (persetujuan) jam 2-3 ini. Pagi itu Pak menteri ke eselon 1. Pengajuan nama, pembicaraan panjang," katanya.

Namun soal pengganti Rudi Rubiandini, sudah lama Priyono membicarakannya kepada Jero Wacik. Adapun 4 pejabat baru yang dilantik adalah:

  • Wakil kepala Migas baru adalah Johanes Widjonarko (sebelumnya Deputi Umum BP Migas)
  • Deputi Perencanaan Widhyawan Prawiraatmadja.
  • Deputi Operasi Gde Pradnyana (sebelumnya Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas)
  • Deputi Umum Gerhard Marten Rumesser


Lalu apakah alasan Priyono merombak 4 pejabatnya tersebut? Dia mengatakan alasannya karena pekerjaan BP Migas semakin berat.

"Ada katakanlah pengendalian cost recovery tadi. Ada kemudian masalah perencanaan yang semakin berat. Karena kita dituntut untuk meningkatkan cadangan. Cadangan harus naik, eksplorasi harus naik," cetus Priyono.

Priyono juga membantah kabar yang menyatakan dirinya bertemu dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyangkut pergantian 4 pejabatnya tersebut.

"Tidak ada. Saya cek nggak ada teleponnya ke saya. Kalau manggil begitu ya, itu bohong besar. Tadi kan Pak Wacik mengatakan, otoritas masalah ada di tangan Kepala BP Migas dan Menteri ESDM saja. Tidak di tangan menteri lain. Itu undang-undang ya," tegas Priyono membantah.

(dnl/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads