"Banyak orang yang menuding dan berpendapat negatif tentang kami (PGN) tapi pada dasarnya mereka tidak paham substansi permasalahan dan asal berkomentar," kata Hendi kepada detikFinance yang dikutip Minggu (22/7/2012).
Menurut Hendi, pihak yang sering 'mengganggu' PGN biasanya adakah kompetitor PGN di bidang perdagangan gas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa pihak juga menyatakan pipa distribusi PGN belum open access. Namun menurut Hendi, tidak ada aturan yang memerintahkan pipa distribusi gas PGN harus open-access.
"Pipa distribusi kita memang tertutup, kita bangun sendiri dengan uang kita sendiri dan untuk kita sendiri, lalu kalau ujuk-ujuk ada orang yang 'memaksa' mau pakai, siapapun pemilik papa tidak harus PGN pasti keberatan," jelas Hendi.
Sebelumnya, Menurut Mantan Direktur Pengusahaan PGN, Michael Baskoro mengatakan PGN masih memonopoli pipa gas salah satunya pipa distribusi dan hingga saat ini pipa tersebut tertutup bagi pihak lain yang seharusnya statusnya open-access.
"Nggak, masih tertutup kok pipanya, tidak benar kalau sudah open-access sejak 1997," kata Michael.
Menurut Michael, memang kalau yang diklaim pipa gas transmisi sudah open-access, tetapi yang menjadi permasalahan saat ini bukan pipa transmisinya, tetapi pipa transimisi distribusi gasnya.
"Yang distribusi yang jadi masalah, dan sampai saat ini masih tertutup, PGN sampai saat ini tetap keukeuh tidak mau buka," ungkap Michael yang saat ini menjabat Managing Director di PT Parna Raya.
Dikatakannya, pipa distribusi ini yakni pipa yang mengalirkan gas ke end-usser PGN atau ke pelanggannya salah satunya ke Industri.
"Ini yang jadi masalah, pipa yang mendistribusikan gas ke pelanggan sama PGN masih ditutup," ucapnya.
Pasalnya, kata Michael, dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 tahun 2009 seharusnya pipa distribusi tersebut sudah open-access.
"Kan sudah diatur dalam Permen 19/2009, pipa PGN harus open-access semua, ya tinggal pemerintah dengan PGN-nya bagaimana? Jadi tinggal Pemerintah saja sikapnya bagaimana, kan aturannya dilawan," tandasnya.
(rrd/dru)











































