Ini Provinsi Paling Boros Habiskan Jatah Bensin Premium

Ini Provinsi Paling Boros Habiskan Jatah Bensin Premium

- detikFinance
Selasa, 24 Jul 2012 08:06 WIB
Ini Provinsi Paling Boros Habiskan Jatah Bensin Premium
Jakarta -

5. Kalimantan Selatan

Provinsi ini menempati nomor 5 yang konsumsi bensin premiumnya melebihi jatah atau kuota yang ditetapkan. Sepanjang semester I-2012, jumlah konsumsi premium di Kalimantan Selatan mencapai 16% di atas target yang ditetapkan pada periode tersebut namun provinsi ini yang terbesar kelima mengkonsumsi bensin premium.

4. Kepulauan Riau

Disebutkan Pertamina, konsumsi bensin premium di Kepulauan Riau sepanjang semester I-2012 mencapai 19% di atas kuota yang ditetapkan. Tahun ini, Kepulauan Riau mendapatkan jatah premium 265.474 KL. BPH Migas penah menyatakan, pada Januari-April 2012, konsumsi premium di Kepulauan Riau mencapai 16,22% di atas kuota yang ditetapkan atau mencapai 102.846 KL.

3. Kalimantan Barat

Konsumsi bensin premium di Kalimantan Barat menurut Pertamina mencapai 19,5% dari kuota yang ditetapkan pada semester I-2012. Tahun ini, Kalbar mendapat jatah premium 433.847 KL. BPH Migas pernah menyatakan, pada Januari-April 2012, konsumsi premium di Kalbar masuk nomor tiga terboros, yaitu 16,65% atau mencapai 172.690 KL.

2. Jawa Barat

Pertamina menyebutkan, konsumsi bensin premium di Jawa Barat sepanjang semester I-2012 mencapai 21% di atas kuota yang ditetapkan. Di tahun ini, Jawa Barat mendapatkan jatah 3,68 juta KL. BPH Migas pernah mengatakan, sepanjang Januari-April 2012, konsumsi premium di Jawa Barat memang nomor dua setelah Jakarta. Periode Januari-April 2012, konsumsi premium Jabar mencapai 1,4 juta KL.

1. DKI Jakarta

Dari data Pertamina disebutkan, konsumsi bensin premium di Jakarta selama semester I-2012 mencapai 38% di atas kuota yang telah ditetapkan pada semester I-2012. Tahun ini, kuota bensin premium Jakarta mencapai 1,5 juta KL. BPH Migas pernah menyatakan sepanjang Januari-April, konsumsi bensin premium di Jakarta memang paling boros yaitu 35% di atas kuota atau mencapai 699.561 KL.
Halaman 2 dari 6
(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads