Keributan antar warga berawal ketika seorang warga ketahuan mendapat jatah lebih yang ditentukan. Setiap kepala keluarga mendapat jatah minyak tanah sebanyak 5 liter dengan menggunakan kupon, namun seorang warga mendapat 20 liter. Hal itu memancing kemarahan warga yang juga ikut mengantre.
"Yang lain belum dapat, dia sudah kebagian lebih, mana kita sudah antre dari pagi," teriak Sumiarni, Kendari, Jumat (27/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, warga kendari menyerbu minyak tanah murah yang diadakan oleh Pertamina Kendari di dua kecamatan di Kendari. Warga rela antre di pasar murah itu, karena tak kebagian minyak tanah di pangkalan.
Pada Rabu (18/7/2012) lalu, ratusan warga Kendari menyerbu mobil tangki Pertamina untuk mengantre minyak tanah murah di pelataran eks MTQ setempat. Mereka rela berpanas-panasan demi mendapatkan minyak tanah dengan harga Rp 3.200 per liter.
(ang/ang)











































