Pemerintah Siapkan Insentif Besar-besaran Untuk Sumber Daya Alternatif

Pemerintah Siapkan Insentif Besar-besaran Untuk Sumber Daya Alternatif

Ramdhania El Hida - detikFinance
Selasa, 31 Jul 2012 12:20 WIB
Pemerintah Siapkan Insentif Besar-besaran Untuk Sumber Daya Alternatif
Jakarta -

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjamin pemberian insentif untuk pengembangan sumber daya alam alternatif. Salah satunya adalah pemberian tax allowence dan investement allowence untuk pengembangan industri ini.

"Jadi kita memberikan dukungan kepada investasi-investasi lebih di renewable resources tapi bentuk-bentuk yang dasar seperti bea masuk, itu bisa diberikan di industri-industri secara umum," ujar Agus Marto ketika ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (31/7/2012).

Pemberian insentif ini berbeda jika dibandingkan dengan pengembangan industri yang berbahan baku sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, salah satunya hilirisasi di sektor mineral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara umum memang kalau terkait dengan non renewable recources itu lebih terbatas dukungannya ketimbang renewable recources. Tadi kita bahas hilirisasi, kita meyakinkan bahwa kita menyampaikan pesan yang sama khususnya terkait hilirisasi pertambangan khususnya mineral," jelasnya.

Sementara itu Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan apapun bentuk hilirisasi akan mendapatkan dukungan dari pemerintah berupa pembebasan royalti.

"Apakah di hilir itu juga ada kewajiban royalti. Kita katakan tidak. Hilirisasi intinya merangsang dan memberikan insentif. Selama ini investor khawatir apakah di situ juga kena, jadi kena 2 kali," ujarnya.

Selain itu, tambah Hatta, untuk industri hilir tidak dikenakan aturan divestasi saham. Hanya saja untuk ekspor langsung produk mineral tetap dikenaikan bea keluar sebesar 20% hingga 2014.

"Setelah itu baru hilirisasi, tidak boleh diekspor. Semua harus diproses di dalam. Seberapa besar tahapan prosesnya, ditentukan Menperin secara bertahap," tandasnya.

(nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads