Perjalanan sepanjang 15 km menuju PLTA tersebut harus ditempuh dengan melewati jalan berbatu sebesar kepala manusia sepanjang 1 km, akibat pegunungan Baliem yang longsor.
"Ini sudah lama seperti ini kalau hujan lebih parah lagi," ungkap staf PLN Papua Akhkam yang menemani detikFinance, Rabu (1/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun PLTA Baliem II yang akan diresmikan ini berkapasitas 10X5 megawatt (MW).
Arkham menjelaskan, ketika dalam perjalanan, mobil rombongan harus berjalan dengan hati-hati karena banyak berkeliaran babi milik warga.
"Kalau nabrak itu bahaya, karena kita disuruh ganti sampai Rp 40 juta/ekor," imbuh Arkham.
Namun perjalanan rombongan sedikit terhibur dengan keindahan Lembah Baliem dan rumah adat khas suku asli. Sebelum peresmian PLTA, ada upacara bakar batu untuk prosesi adat.
(hen/dnl)










































