Contohnya saja di SPBU Mampang, Jakarta Selatan. Seorang pengawas SPBU mengungkapkan, pihaknya sempat 'ribut' dengan seorang anggota satuan TNI yang memaksa untuk mengisi premium.
"Kemarin ada 1 anggota pakai mobil dinasnya, adu mulut sama kita, dia maksa pengen ngisi premium, sama kita dilarang," ungkap pengawas tersebut kepada detikFinance, Rabu (1/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya dia sopan minta premium, karena duit dia tinggal Rp 50.,000 lagi. Kalau dia isi pertamax, katanya nggak bakal sampe ke tujuannya dia. Akhirnya saya iba juga dan diisiin," jelasnya.
Namun, Firdaus menuturkan, kebanyakan konsumen yang menggunakan kendaraan dinas dengan atau tanpa stiker sudah banyak yang beralih ke bbm non subsidi tanpa diingatkan.
"Tapi semua sekarang sudah sadar sendiri ngisi pertamax, kita juga nggak pajang spanduk besar-besar dan banyak. Dan penjualan pertamax naik 2%, tapi saya juga tidak tahu apa karena kemarin harganya turun atau karena kebijakan ini," pungkasnya.
(dru/dru)











































