Wamen ESDM: Jangan Sampai Pertamax Habis di SPBU Daerah

Wamen ESDM: Jangan Sampai Pertamax Habis di SPBU Daerah

- detikFinance
Jumat, 03 Agu 2012 18:21 WIB
Wamen ESDM: Jangan Sampai Pertamax Habis di SPBU Daerah
Jakarta - Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini meminta kepada PT Pertamina (Persero) agar memasok cukup BBM Pertamax di tiap SPBU khususnya di daerah. Hal ini agar masyarakat yang benar ingin beralih ke Pertamax tidak kembali ke Premium dikarenakan Pertamax habis.

"Ada beberapa kendala di daerah, Pertamax sering kehabisan, itu saat saya cek di Garut, Nagrek dan lainnya saya cek di SPBU-nya Pertamax kosong, saya tanya ke BPH Migas, Pertamina, saya minta jangan dibiasakan Pertamax dikosongkan," kata Rudi ketika berkunjung di ruang wartawan di Kementerian ESDM, Jumat (3/8/2012).

Dikatakan Rudi, saat ini kelihatannya Pertamina sudah mulai terlihat jor-joran memasok Pertamax.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terutama pada saat Puasa dan Lebaran nanti, kalau pada saat ngisi BBM di SPBU premiumnya habis, ya isi Pertamax lah ngak usah cari-cari SPBU lain yang ada premiumnya, beramal lah, apalagi pakai Pertamax jauh lebih enak," ujarnya.

Menurut Rudi, hal ini juga sejalan dengan program penghematan yang dilakukan pemerintah, apalagi dari program penghematan yang dilakukan sejak Juni 2012 sudah ada kelihatan hasil, yaitu konsumsi Premium menurun sebesar 2,4%.

"Diharapkan dengan program ini berlanjut pada 1 Agustus ini di Jawa-Bali dan September nanti untuk kendaraan tambang di Kalimantan dan Sumatera penghematannya bisa mencapai 5%-6% atau sekitar 2 juta KL," ungkap Rudi.

Diharapkan realisasi konsumsi BBM bersubsidi pada akhir tahun bisa ditekan 2 juta KL atau hanya sekitar 44 juta KL.

"Kalau tidak ada program penghematan BBM konsumsi BBM bisa mencapai 46 juta KL diakhir tahun, dengan adanya program penghematan BBM ini bisa menghemat 5-6% atau hanya sekitar 44 juta KL. Lewat sih dari kuota yakni 40 juta KL, tapi itu salahnya yang buat kuota 40 juta KL, sudah tahu realisasi tahun lalu sudah 41 juta KL," tandasnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads