Program Hemat Listrik Nasional Mampu Turunkan Beban 5% per Bulan

Program Hemat Listrik Nasional Mampu Turunkan Beban 5% per Bulan

Ramdhania El Hida - detikFinance
Minggu, 05 Agu 2012 17:15 WIB
Program Hemat Listrik Nasional Mampu Turunkan Beban 5% per Bulan
Jakarta - PT PLN (persero) mengungkapkan program penghematan listrik di gedung dan kantor pemerintah 2 bulan ini menghemat sekitar 10 persen dari penggunaan listrik pemerintah. Program yang mulai berlaku 1 Juni 2012 tersebut, ternyata hanya mampu menurunkan beban listrik hingga 5% per bulannya.

"Sejak program tersebut diinstruksikan Presiden, memang ada penurunan, tiap bulannya 5 persen, jadi kalau dari Juni sudah 10 persen, lebih rendah dibandingkan bulan-bulan lain sebelum pengimbauan itu," ujar Deputi Manajer Komunikasi PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Irwan Darwin saat ditemui di kantornya, Gambir, Jakarta, Minggu (5/8/2012).

Irwan menyebutkan target pemerintah dalam penghematan listrik ini sekitar 20-30 persen dari pemakaian listrik pemerintah selama ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita targetkan sekitar 20-30 persen sampai akhir tahun dan sepertinya bisa kalau setiap bulan saja bisa dihemat 5 persen," jelasnya.

Menurut Irwan, penggunaan listrik terbesar di gedung dan kantor baik pemerintahan maupun secara umum itu adalah untuk pendingin ruangan. Dengan demikian, Presiden SBY sempat menginstruksikan agar di setiap kantor pemerintah mengatur suhu alat pendingin hanya sekitar 24-27 derajat Celcius.

"Instruksi Presiden tentang hemat energi, pola pengaturannya karena yang paling besar untuk pendingin ruangan maka diminta untuk setting alat itu 24-27 derajat Celcius di ruang kerja.

Sebelumnya, Pemerintah mengeluarkan aturan hemat listrik untuk gedung-gedung pemerintahan yang bakal berlaku 1 Juni 2012. Temperatur AC gedung pemerintah wajib disetel 24 derajat celcius.

(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads