Dikatakan Direktur Utama PT PLN, Nur Pamudji, nota kesepahaman yang ditandatangani ini dengan empat perusahaan besar yang berinvestasi di bidang pengolahan biji nikel dan industri semen.
"Keempat perusahaan tersebut yakni PT Central Omega Resourses periapan pasokan listrik 220 mega watt ke smelter di Sulawesi dan/atau di Jawa Timur, PT Bukaka Teknik Utama Tbk persiapan pasokan listrik 90 MW ke smelter di Kabupaten Palopo, Sulawesi," ujar Nur diacara penendatanganan nota kesepahaman, di Kantor Pusat PLN, Senin (6/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Central Omega Resources, Bukaka, Bakti rencana smelter akan dilayani dengan layanan khusus yakni secara business to business (b to b) dan akan dituangkan dalam perjanjian kerjasama Penyaluran Tenaga Listrik (PKS)," ungkap Nur.
Dikatakan Nur, mengingat sifat beban smelter yang sangat spesifik, maka PLN akan terlebih dahulu melakukan kajian menyeluruh terkait dengan pemakaian listrik terkini pada sistem kelistrikan Sulawesi dan Jawa-Bali. Serta mengkaji dampak pemakaian beban terhadap keandalan atau kualitas sistem kelistrikan di Sulawesi dan Jawa Timur serta hal teknis lainnya.
"Menjamurnya industri smelter nikel ini meruupakan dampak dari kebijakan pemerintah bahwa mineral tidak boleh lagi diekspor dalam bentuk mentah. PLN mendukung sepenuhnya pengembangan industri smelter baik di Jawa-Bali maupun sulawesi," tandasnya.
(rrd/hen)











































