"Kabar perkembangan program konversi BBM ke BBG, saat ini Converter kit yang ada di Indonesia sudah yang paling canggih yakni dengan ditanamnya ECU pada konverter kita," ungkap Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini di Jakarta, Senin (6/8/2012).
Dikatakan Rudi, dengan adanya ECU tersebut berfungsi untuk mengukur komposisi gas yang masuk dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) ke tangki bahan bakar kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya ECU tersebut, akan menghindarkan kejadian seperti mobil listrik yang ditumpangi Dahlan Iskan (Menteri BUMN) saat uji coba.
"Tidak akan ada kejadian ngadat ditengah jalan seperti kejadian Pak Dahlan kemarin, karena komposisinya sudah diatur," ucap Rudi.
Untuk tahap awal, pemasangan ECU dari pemerintah akan diproduksi sebanyak 44.000 unit Converter kita.
"Tahap awal akan dipasang di 44.000 konverter kit, yang akan dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia, sementara ECU sendiri masih dipasok dari impor," ungkapnya lagi.
Selain itu, tambah Rudi, kedepannya juga sedang direncanakan akan ada SPBG Mobile,nantinya bisa diletakkan di Supermarket atau tempat umum lainnya.
"Lagi direncanakan akan ada SPBG mobile, dan bisa diletakkan di Carrefour, atau super market lainnya, atau kalau ada acara PRJ (pekan Raya Jakarta) dikirim SPBG Mobilenya kesana, jadi masyarakat yang kendaraanya menggunakan gas tinggal ngisi ces saja," tandasnya.
(rrd/dru)











































