SBY menekankan jika tidak ditambah volume kuota BBM subsidi tersebut, maka ancamannya ekonomi Indonesia
"Terkait besaran subsidi yang semakin besar, dengan tidak dinaikan harga BBM subsidi memberikan konsekuensi dengan peningkatan volume konsumsi BBM subsidi," kata Presiden SBY, kepada wartawan seusai memimpin Rapat Kabinet, di Kantor Pertamina Pusat, Selasa (7/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan bertambahnya volume konsumsi akibat tidak dinaikannya harga BBM subsidi, harus ada tambahan volume BBM subsidi, apabila tidak ada maka ekonomi berhenti," ujarnya.
Seperti diketahui dengan kuota 40 juta KL, dengan realisasi hingga per Juni 2012 realisasi penyaluran BBM subsidi sudah mencapai 21,7 juta KL.
Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan BBM subsidi akan habis pada bulan Oktober 2012.
(rrd/dru)











































