Namun Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng sangat kecewa dengan kualitas stiker yang dibuat oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Ya itu dia, stikernya itu, saya jadi nelangsa juga lihatnya, kenapa kok jelek banget," kata Andy ketika ditanyakan mengenai kualitas stiker yang banyak memudar di Kantor Pusat Pertamina usai mengikuti Sidang Kabinet Terbatas bidang energi, Senin (7/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya agak marah juga karena stikernya jelek," ucapnya.
Padahal dirinya yakin, jika tidak terlalu terburu-buru, pemerintah sudah bisa menerapkan sistem pembatasan BBM subsidi dengan sistem RFID.
"Dengan sistem RFID, bisa menggunakan chip dan waktu penerapannya tidak lama, apalagi harga chipnya murah hanya Rp 3.000-Rp 5.000 per chip, dengan RFID sistem pembatasan BBM akan lebih mudah dalam pengawasannya," tandasnya.
(rrd/dru)











































