Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng.
"Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi Sumber Daya Mineral ditunjuk untuk membuat stiker pembatasan BBM, untuk Jawa-Bali dibuat sebanyak 200.000 lembar yang menghabiskan dana Rp 2 miliar," kata Andy ketika ditemui di Kantor Pertamina Pusat usai mengikuti Sidang Kabinet Terbatas bidang energi, Selasa (7/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi stiker yang dibuat untuk Jawa-Bali ini kualitasnya jauh lebih baik dibandingkan stiker sebelumnya yang dibuat untuk Jabodetabek pada 1 Juni lalu, dimana kalau saya lihat nelongso, kualitasnya jelek, dimana saat itu dicetak sebanyak 60.000 stiker," ungkapnya.
Diungkapkannya lagi, untuk stiker yang baru ini, untuk ukuran yang besar dan ditempel di belakang kaca mobil per lembar senilai Rp 7.500, sedangkan ukuran yang kecil untuk ditempel didepan kaca depan mobil per lembarnya Rp 2.500.
"Peletakan stiker ini nanti ada kaca bagian dalam mobil, ini juga agar menghindari efek sinar matahari atau hujan yang bisa merusak stiker," tandasnya.
(rrd/dru)











































