Hal ini disampaikan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan kepada detikFinance seusai acara peresmian Kapal FSO di perairan Madura, Rabu (8/8/12).
"Pokoknya kita punya target tahun 2025 itu 2,2 juta barel all equivalent. Termasuk sama gas juga. Di dalam negeri dan luar negeri," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, kalau dengan 2,2 juta (barel) itu. Sekarang kan baru 503 ribu all equivalent. Jadi empat kali lipat nanti," katanya.
Selain itu Karen mengatakan, tingkat produksi Pertamina selalu bertambah setiap tahun. Kenaikan ini menurut Karen akan menjadi lebih signifikan jika Pertamina lebih agresif ekspansi usaha ke pasar luar negeri.
"Ini sudah naik kok. Pokoknya kita naik itu sekitar 8% an setiap tahun. Kalau misalnya bisa naik, ya kita naikin lagi. Kalau yang urutan pertama kan bedanya berapa ratus ribu. Kalau melihat produksi minyaknya saja nggak bisa nyusul. Kecuali kalau pertamina sangat ekspansif ke luar negeri," paparnya.
Atas rencana ekspansi ke luar negeri, Karen mengaku telah mendapat lampu hijau dari Presiden SBY. "Pak Presiden juga sudah bilang akan dibantu secara Government-to-Government. Kemaren sudah yang Irak. Yang Kazakhtan sudah. Tinggal Business-to-Business. New Zealand sudah kita tandatangan," pungkasnya.
(zul/wep)











































