"Jadi yang kita harapkan adalah pengendalian, khususnya yang di perkebunan, pertambangan ataupun adanya perembesan-perembesan," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (13/8/2012).
Menurut Agus Marto, pemerintah saat ini sedang fokus pada program pengendalian BBM bersubsidi, sebagai langkah penghematan anggaran. Per Juni 2012, realisasi konsumsi BBM bersubsidi telah mencapai 21 juta kiloliter. Dalam APBN-P 2012, kuota BBM bersubsidi adalah sebesar 40 juta kiloliter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai perkiraan Kementerian ESDM yang menyatakan konsumsi BBM bersubsidi tahun ini akan melebihi kuota sekitar 2-4 juta kiloliter, Agus Marto mengaku masih akan melakukan pembahasan dengan Menteri ESDM Jero Wacik, terkait permintaan untuk menambah kuota, terutama sehubungan dengan kondisi neraca berjalan yang kembali defisit sebesar US$6,94 miliar pada kuartal II ini.
"Saya akan merespons setelah nanti ketemu dengan Menteri ESDM," tandasnya.
(nia/dnl)











































