Pemerintah Masih Pusing Soal Bengkaknya Konsumsi BBM Subsidi

Pemerintah Masih Pusing Soal Bengkaknya Konsumsi BBM Subsidi

Ramdhania El Hida - detikFinance
Senin, 13 Agu 2012 17:33 WIB
Pemerintah Masih Pusing Soal Bengkaknya Konsumsi BBM Subsidi
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Pemerintah mengharapkan konsumsi BBM di sektor industri perkebunan dan pertambangan bisa dikendalikan. Tujuannya, agar kuota BBM subsidi tidak semakin membengkak dari kuota yang ditetapkan.

"Jadi yang kita harapkan adalah pengendalian, khususnya yang di perkebunan, pertambangan ataupun adanya perembesan-perembesan," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (13/8/2012).

Menurut Agus Marto, pemerintah saat ini sedang fokus pada program pengendalian BBM bersubsidi, sebagai langkah penghematan anggaran. Per Juni 2012, realisasi konsumsi BBM bersubsidi telah mencapai 21 juta kiloliter. Dalam APBN-P 2012, kuota BBM bersubsidi adalah sebesar 40 juta kiloliter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi dibantu dengan pertumbuhan, dibantu dengan hari-hari mudik dan lain-lain itu (konsumsi BBM subsidi) bisa terjadi pembengkakan," ujarnya.

Mengenai perkiraan Kementerian ESDM yang menyatakan konsumsi BBM bersubsidi tahun ini akan melebihi kuota sekitar 2-4 juta kiloliter, Agus Marto mengaku masih akan melakukan pembahasan dengan Menteri ESDM Jero Wacik, terkait permintaan untuk menambah kuota, terutama sehubungan dengan kondisi neraca berjalan yang kembali defisit sebesar US$6,94 miliar pada kuartal II ini.

"Saya akan merespons setelah nanti ketemu dengan Menteri ESDM," tandasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads