Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini menuturkan, penyebab kebakaran adalah karena masih banyak masyarakat yang melanggar aturan-aturan dalam memasang listrik.
"Ini bukan salah PLN, yang banyak terjadi kebakaran itu bukan rumah mewah, mohon maaf yang banyak itu yang rumah-rumah yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB)," ungkap Rudi saat ditemui di Kantor PLN P3B Cinere, Jakarta, Selasa (14/8/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat PLN membangkitkan listrik itu dari berbagai sumber jadi tegangannya gede, lalu diturunkan melalui kabel-kabel, pake trafo sampai ke rumah-rumah menjadi 220. 220 pun masih beresiko bagi yang tidak memasang kabel yang cukup," katanya.
Guna menghindari resiko kebakaran, Rudi mengatakan, masyarakat harus mengikuti peraturan-peraturan yang ditetapkan, sebagai contoh memasng listrik secara legal dan memiliki IMB.
Selain itu, masyarakatpun harus menggunakan kabel ber-SNI, dan benar-benar memperhatikan cara pemasangan kabel dan komponen listrik lainnya agar tidak terjadi korsleting.
"Kabelnya harus SNI, cara memasangnya harus betul, kalau sambungan harus nempel betul, tidak boleh bertumpuk stekernya, Kita ingatkan pada masyarakat, lakukan semuanya dengan mengikiti aturan yang ada," tandasnya.
Baru-baru ini, marak terjadi kebakaran, terutama di Jakarta contohnya di Duren Tiga, pemukiman Benhill di Jakarta Selatan dan daerah Mangga Dua, Jakarta Utara.
(zlf/ang)










































