Bos PLN: Kami Siap Naikkan Tarif Listrik Kapan Saja

Bos PLN: Kami Siap Naikkan Tarif Listrik Kapan Saja

- detikFinance
Senin, 27 Agu 2012 12:21 WIB
Bos PLN: Kami Siap Naikkan Tarif Listrik Kapan Saja
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - PT PLN (Persero) siap menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) kapan saja, menunggu arahan dari pemerintah. Sistem listrik yang sudah terkomputerisasi, membuat PLN siap menaikkan tarif listrik kapan saja.

"Kami (PLN) siap kapan saja menaikkan tarif listrik jika pemerintah memerintahkan naik. Tahun depan, bulan depan bahkan hari ini, tinggal diatur di pusat (Jakarta) seluruh Indonesia sudah menggunakan tarif listrik baru. Ini karena sistem kita seluruhnya sudah terkomputerisasi," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji ketika ditemui usai di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Senin (27/8/2012).

Namun keputusan kenaikan tarif listrik ada di tangan pemerintah dan DPR. "Dalam Nota Keuangan yang disampaikan Presiden ke DPR sudah jelas, diajukan kenaikan tarif listrik secara bertahap per triwulan, nanti DPR akan membahas di Badan Anggaran dan di komisi-komisi terkait (Komisi VII DPR)," ujar Nur,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan tarif listrik tersebut bertujuan untuk mengurangi subsidi listrik. Kemudian juga untuk membiayai investasi PLN, serta menutup biaya operasional.

"Intinya kenaikan tarif listrik untuk menurunkan besarnya subsidi listrik dari APBN, itu dulu tujuan utamanya, jadi kalau tidak naik maka subsidi listriknya makin besar. Kedua baru untuk menutup biaya operasional, karena adanya margin serta untuk investasi PLN untuk meningkat rasio elektrifikasi agar seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati listrik," jelasnya.

Ditambahkan Nur, agar PLN tumbuh sehat dibutuhkan pendapatan misalnya pada 2012 sekitar Rp 200 triliun. "Jadi nanti tergantung pemerintah, apakah sebagian besar berasal dari subsidi atau dari pelanggan PLN, kalau sebagian besar dari pelanggan artinya harus ada penyesuaian tarif listrik," jelasnya.

"Tetapi kalau tidak ada, artinya pendapatan PLN harus dipenuhi dari subsidi dari pemerintah, karena margin tadi, jadi naik tidaknya tarif listrik semuanya policy ada ditangan pemerintah, PLN hanya menjalankan dan siap saja, disuruh menaikkan kita naikkan, tidak ya tidak," tandasnya.

Seperti diketahui dalam nota keuangan RAPBN 2013 yang disampaikan Presiden SBY, tarif listrik tahun depan direncanakan naik sekitar 15%, namun kenaikan akan dicicil secara bertahap tiap tiga bulan sekali.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads