Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, untuk dana investasi PLN itu antara lain digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik baru sehingga makin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan listrik.
"Tahun depan dana investasinya sekitar Rp 60 triliun, dana investasi tersebut dari tahun ke tahun hampir sama. Tergantung pada kemampuan pengelolaan keuangan PLN," kata Nur Pamudji di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (27/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara sisanya berasal dari utang, baik melalui perbankan atau melalui surat utang PLN. Dengan kata lain hampir 80% dana investasi PLN berasal dari ngutang," ungkap Nur.
Menurut Nur, PLN terus menjaga agar besaran utang tak melalui koridor yang disyaratkan oleh para lender (peminjam).
"Maka untuk menjaga besaran utang tersebut, capex (belanja modal) harus dijaga agar tidak terlalu besar, karena kita sangat menjaga utang tidak terlalu tinggi," ucapnya.
Menurut Nur, dana investasi ini sangat berpengaruh terutama untuk mengejar pembangunan pembangkit, elektrifikasi listrik, dan lainnya.
"Makanya untuk meningkatkan dana investasi tidak berasal dari utang salah satunya dengan cara menaikkan tarif listrik, selain untuk mengurangi subsidi juga untuk memberikan kemampuan internal keuangan PLN salah satunya untuk membiayai dana investasi PLN," tandasnya.
(rsk/dnl)











































