Harga Minyak Dunia Tinggi, G7 Desak OPEC Genjot Produksi Minyak

Harga Minyak Dunia Tinggi, G7 Desak OPEC Genjot Produksi Minyak

Metta Pranata - detikFinance
Rabu, 29 Agu 2012 13:48 WIB
Harga Minyak Dunia Tinggi, G7 Desak OPEC Genjot Produksi Minyak
Jakarta - Menteri-menteri keuangan tujuh negara paling terindustrialisasi (G7) kemarin mendesak negara produsen minyak untuk meningkatkan output demi memastikan pasokan di pasar aman. Selain itu, G7 juga memperingatkan bahwa Barat siap membuka cadangan minyak strategis untuk mengerem kenaikan harga yang bisa menghambat pertumbuhan global.

“Kami sudah siap memanggil International Energy Agency untuk mengambil tindakan tepat demi memastikan pasokan di pasar penuh dan tepat waktu. Kenaikan harga minyak saat ini mencerminkan kekhawatiran geopolitik dan gangguan pasokan tertentu. Kami mendesak negara produsen minyak untuk meningkatkan output-nya demi memenuhi jumlah permintaan,” kata G7 dalam pernyataannya, dikutip dari CNBC (29/8/2012).

Harga minyak mengalami kenaikan seiring sanksi Barat terhadap Iran menyebabkan berkurangnya ekspor minyak mentah dari anggota OPEC hingga sekitar 1 juta barel per hari. Harga-harga juga naik kemarin pasca Topan Isaac menghampiri pesisir pantai Teluk Amerika yang kaya minyak itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah AS mengatakan masih terbuka kemungkinan meluncurkan minyak dari Strategic Petroleum Reserve. “Pilihan tersebut sudah terlontar sejak lama dan tetap berada di tempat yang sama, tapi kami tidak punya kabar untuk diumumkan hari ini,” kata juru bicara White House Jay Carney pada para wartawan yang pergi ke Iowa bersama Presiden Barack Obama.

Washington mempertimbangkan membuka cadangan darurat pada Maret lalu tapi ditunda setelah harga minyak turun. Reuters awal bulan ini melaporkan bahwa White House menyingkirkan rencana tersebut dan beberapa pakar energi memandang Isaac sebagai pemicu potensial di balik keputusan itu.

Ketua IEA yang mewakili 28 negara konsumen minyak, menyuarakan penolakannya yang terkuat sejauh ini untuk meluncurkan cadangan minyak darurat. “Tingginya harga sendiri bukanlah pemicu peluncuran stok kolektif IEA dan saat ini kami melihat pasokan pasar minyak mentah tercukupi dengan baik,” kata Maria van der Hoeven kemarin di konferensi industri di Norwegia.

“Kerugian ekspor minyak mentah yang disebabkan oleh sanksi Iran tahun ini tidak terjadi begitu saja,” kata van der Hoeven. Dia menambahkan, AS perlu memutuskan untuk dirinya sendiri apakah Topan Isaac memerlukan peluncuran cadangan domestik.

Produksi minyak di Teluk Meksiko AS turun lebih dari 90% kemarin seiring Topan Isaac bergerak mendekati Louisiana dengan kategori badai Kategori 1. Diperkirakan Topan Isaac akan menghantam daratan paling cepat Selasa malam waktu setempat.

Para analis energi tidak mengantisipasi kerusakan terhadap infrastruktur minyak dan gas jika badai berlangsung sesuai dengan proyeksi saat ini. Tetap saja, gangguan pasokan apa pun bisa meningkatkan tekanan untuk perilisan cadangan minyak darurat.

“Kami tetap mewaspadai resiko terhadap ekonomi global. Dalam konteks dan pemikiran resiko substansial yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak, kami mengawasi situasi di pasar minyak dengan cermat,” kata G7.

Menteri-menteri keuangan juga menekankan bahwa Arab Saudi telah berkomitmen untuk menggunakan kapasitas produksi minyak cadangannya untuk memastikan kecukupan pasokan minyak dunia pada saat pertemuan pemimpin-pemimpin dunia, G20 di Meksiko awal tahun ini.

Komentar dari menteri-menteri keuangan merupakan sinyal kuat bahwa peluncuran sepertinya tak akan lama lagi, kata Jan Stuart, kepala riset energi di Credit Suisse New York.

“Sekelompok negara-negara industri sepertinya sekarang sudah siap untuk membuat cadangan itu tersedia. Mereka tahu jika Anda membuat pernyataan di tingkat ini, Anda juga harus siap untuk mengikutinya,” kata Stuart.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads