Sehingga, diprediksi akan banyak mobil mewah yang memakai kembali memakai premium akibat perbedaaan harga yang semakin jauh ini.
Pengamat Perminyakan, Kurtubi menjelaskan akibat kenaikan harga pertamax hari ini, diperkirakan ada pelompok pengguna pertamax yang akan beralih kembali membeli premium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, salah seorang petugas SPBU di daerah Buncit Indah, Jakarta Selatan, menjelaskan sebelum ada kenaikan harga pertamax masih ada saja mobil mewah yang membeli premium.
"Yang beli premium kadang ada beberapa mobil mewahnya. Mercy juga ada," kata karyawan SPBU itu kepada detikFinance.
Kurtubi menjelaskan, masih ada masyarakat berpenghasilan tinggi dan memiliki kendaraan mewah yang berpikir secara rasional untuk tetap memakai premium daripada pertamax.
"Mengapa membeli bensin (pertamax) yang mahal sementara masih ada yang murah. Jadi ada orang yang meskipun kaya, pedapatannya mapan dan mobilnya bagus beli premium," tambahnya.
Seperti diketahui pada tanggal 1 September terjadi kenaikan harga BBM non subsidi di SPBU Pertamina. BBM non subsidi jenis pertamax plus 95, dibandrol Rp 10.200/liter yang sebelumnya dijual Rp 10.000/liter. Sedangkan untuk Pertamax 92 dijual dengan harga Rp 9.700/liter dari sebelumnya sebesar Rp 9.500/liter.
(feb/ang)











































