Vice Presiden Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundhakir mengatakan, realisasi konsumsi BBM subsidi hingga Agustus 2012 sudah mencapai 29,32 juta KL.
"Realisasi BBM subsidi saat ini sudah mencapai 29,32 juta KL, atau stok BBM subsidi saat ini tinggal sekitar 10 juta KL lagi," kata Ali ketika dihubungi detikFinance, Senin (3/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsumsi realisasi 29,32 juta KL tersebut selama 8 bulan atau dari Januari-Agustus. Jika dibagi per bulannya, konsumsi BBM subsidi mencapai 3,6 juta KL," ungkapnya.
Jadi, sisa jatah 10 juta KL ini hanya kuat menahan sampai Oktober-November. Pemerintah pun meminta persetujuan penambahan jatah kuota BBM subsidi kepada DPR.
Menteri ESDM Jero Wacik sebelumnya mengungkapkan, dalam waktu dekat pemerintah akan mengajukan tambahan BBM subsidi ke DPR.
"Pemerintah harus mendapatkan izin dari DPR untuk menambah kuota BBM subsidi, karena aturannya seperti itu, saat ini harus izin dulu. kita sedang cari waktu yang tepat untuk bertemu dengan DPR, tambahan BBM subsidi yang akan diminta ke DPR antara sekitar 2-4 juta KL," ungkap Jero beberapa waktu lalu.
Kenaikan harga pertamax per 1 September 2012 ini menjadi Rp 9.850 per liter juga bisa mendorong masyarakat makin gencar mengkonsumsi bensin premium yang masih disubsidi.
(rrd/dnl)











































