Berdasarkan data Kementerian Energi yang dikutip AFP, Senin (3/9/2012), Rusia memproduksi 10,38 juta barel per hari di Agustus lalu, naik signifikan dari bulan sebelumnya hingga mencapai posisi tertinggi dalam dua puluh tahun terakhir.
Hampir seperempat dari produksi itu disumbang oleh perusahaan milik negara, Rosneft, yang baru saja menemukan cadangan baru di Antartika bersama raksasa minyak Amerika Serikat (AS) ExxonMobil juga perusahaan dari Italia dan Norwegia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penambahan produksi ini masih menunggu anggaran dari belanja pemerintah, yang tahun lalu hampir setenganya didapat dari hasil pejualan minyak dan gas. Presiden Rusia Vladimir Putin pun sudah berjanji untuk mengucurkan dana cukup besar untuk penambahan produksi minyak.
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menyombong tak lama lagi Rusia akan kembali menyandang nama sebagai negara pengekspor minyak dan gas terbesar di dunia.
Tahun lalu, Rusia sudah hampir mendapat gelar tersebut jika bukan karena produksi minyak Arab Saudi yang naik cukup tinggi. Akan tetapi Rusia memang masih menjadi pengekspor gas terbesar di dunia berkat BUMN raksasa Gazprom.
(ang/dnl)











































