Demikian disampaikan Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir ketika dihubungi detikFinance, Senin (3/8/2012).
"Naik turunnya harga pertamax bagi kami sudah merupakan risiko bisnis, karena naiknya harga ini bukan kami yang menentukan, tetapi berdasarkan harga minyak internasional," ujar Ali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan harga minyak dunianya terus naik, apalagi harga pertamax tergantung harga fluktuasi mengikuti harga Mid Oil of Platts Singapore (MOPS) di Singapura," ucapnya.
Diakui Ali, naiknya harga pertamax cs bisa berakibat pada menurunnya konsumsi BBM non subsidi. Masyarakat akan kembali beralih ke premium yang harganya masih Rp 4.500 per liter.
"Ya pasti ada pengaruhnya, kalau harganya naik konsumsi BBM non subsidi biasanya menurun, tapi untuk kenaikan harga kali ini akan kita evaluasi pada 1-2 minggu ke depan, termasuk penurunan konsumsinya," cetusnya.
(rrd/dnl)











































