Demikian disampaikan Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir kepada detikFinance, Senin (3/9/2012).
"Realisasi penyaluran BBM subsidi di DKI Jakarta per 30 Agustus 2012, untuk premium sudah mencapai 1,415 juta kiloliter (KL). Padahal jatahnya untuk sampai Agustus adalah 1,030 juta KL, artinya konsumsinya sudah mengalami over hingga 37,4%," kata Ali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya untuk solar konsumsinya untuk DKI Jakarta sudah over 11,9% dari jatah konsumsi sampai Agustus 2012," ungkap Ali.
Tingginya konsumsi premium di DKI membuat jatah atau kuota bensin premium DKI Jakarta diperkirakan habis pada 15 September 2012, sementara untuk solar akan habis 7 November 2012.
"Estimasi kami (Pertamina) dengan konsumsi yang sudah over 37,4% diperkirakan pada 15 September 2012 jatah premium DKI Jakarta habis, sedangkan untuk solar akan habis pada 7 November 2012," tegas Ali.
(rrd/dnl)











































