Ini Penyebab Harga Pertamax Dekati Rp 10 Ribu/Liter

Ini Penyebab Harga Pertamax Dekati Rp 10 Ribu/Liter

- detikFinance
Senin, 03 Sep 2012 16:10 WIB
Ini Penyebab Harga Pertamax Dekati Rp 10 Ribu/Liter
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Harga bensin pertamax di Jakarta per 1 September 2012 naik menjadi Rp 9.850/liter dari Rp 9.500/liter. Pertamina menyatakan kenaikan ini akibat naiknya harga minyak mentah, benarkah?

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM menyatakan, selama Agustus 2012 lalu, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) naik US$ 8,84 per barel dari bulan sebelumnya, atau menjadi US$ 111,72 per barel.

"Peningkatan harga minyak mentah Indonesia itu, sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain terganggunya produksi minyak mentah dari negara non OPEC khususnya dari kawasan Laut Utara dan Teluk Meksiko yang disebabkan oleh pemeliharaan fasilitas produksi di Laut Utara dan badai tropis Earnesto dan Isaac di Teluk Meksiko yang mengakibatkan terhentinya proses produksi," demikian pernyataan Ditjen Migas dikutip dari situsnya, Senin (3/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor lainnya adalah, turunnya produksi minyak dari negara-negara OPEC antara 0,07-0,15 juta barel per hari di Juli 2012 dibandingkan produksi bulan sebelumnya berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA), OPEC dan Centre for Global Energy Studies (CGES), khususnya diakibatkan oleh turunnya produksi minyak mentah Iran sebesar 1 juta barel per hari.

Selain itu, ketegangan politik berkepanjangan di Timur Tengah akibat tidak terjadinya kesepakatan antara Badan Energi Atom Nasional dengan Iran dalam perundingan program nuklir Iran di Wina dan perang sipil di Suriah.

Kemudian, kenaikan harga minyak Agustus juga disebabkan oleh respons positif pasar atas harapan membaiknya perekonomian global yang diindikasikan dengan rencana Bank Sentral Eropa membeli obligasi negara-negara Eropa yang memiliki masalah utang khususnya Italia dan Spanyol sebagai langkah penyelesaian krisis finansial di zona Eropa dan membaiknya pasar tenaga kerja, pasar perumahan dan peningkatan angka penjualan ritel di AS serta stimulus ekonomi melalui kebijakan penurunan suku bunga di China.

Ditjen Migas menyatakan, proyeksi permintaan minyak mentah global di 2012 menunjukkan peningkatan dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya akibat driving season dan masih belum beroperasinya reaktor nuklir di Jepang.

Turunnya stok minyak mentah komersial dan bensin AS di Agustus 2012 dibanding bulan sebelumnya juga memperkuat harga minyak. Stok minyak mentah komersial turun 9,1 juta barel dan stok bensin turun 6,7 juta barel.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga disebabkan oleh permintaan minyak mentah China yang tetap tinggi walaupun terjadi perlambatan ekonomi, dan terjadinya gangguan pembangkit listrik dalam skala besar di India, sehingga meningkatkan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar minyak.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah dunia di pasar Agustus 2012, sebagai berikut:


  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 6,23 per barel dari US$ 87,93 per barel menjadi US$ 94,16 per barel.
  • Brent (ICE) naik sebesar US$ 9,96 per barel dari US$ 102,72 per barel menjadi US$ 112,68 per barel.
  • Tapis (Platts) naik sebesar US$ 11,11 per barel dari US$ 104,83 per barel menjadi US$ 115,94 per barel.
  • Basket OPEC naik sebesar US$ 9,89 per barel dari US$ 99,55 per barel menjadi US$ 109,44 per barel.
(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads